Negeri Awan

By

NEGERI AWAN
Oleh Maftuhatul Khasanah
#1

Ayam belum berkokok, namun kesibukan pagi ini telah terasa di sebuah rumah bercat hijau. Api kompor telah menyala. Ummi, biasa disebut dengan panggilan itu sedang di depan tungku tempat merebus air. Setelah melaksanakan tahajud ia langsung berjibaku dengan aktifitas dapaur. Ia meracik bumbu untuk menu pagi ini, Ayam kecap dan sayur lodeh.
Lantunan Adzan terdengar dari masjid dekat rumahnya. Tanda panggilan dari sang Ilahi, unuk bersegera menjumpai-Nya. Begitu juga dengan keluarga Ummi, suami dan kedua anaknya bergegas menuju ke rumah Allah
“Ummiii…” sebuah panggilan dari kamar membuatnya menghampirinya.
“Sudah bangun sholehah ummi, baca doa bangun tidur dulu ya…” Perempuan kecil berusia tiga tahun itu mengikutinya sambil bergelayut di pangkuan ibunya.
Tidak beberapa lama terdengar ucapan salam dari ruang depan. Abi, suami ummi dan dua orang anaknya Azkia dan Syafiq pulang dari sholat subuh di masjid. Sudah menjadi kebiasaan setelah sholat subuh anak-anak mengaji beberapa halaman.
Aktivitas pun berlanjut dengan pekerjaan rumah. Azkia sang kakak yang berumur sepuluh tahun menjemur baju di halaman belakang. Syafiq membantu Abi menyapu lantai dan atau menyiram tanaman. Sedang si kecil, Zahra, mencoba melakukan semuanya.
Jam menunjukkan pukul 6.30. Rumah telah rapi. Mereka sudah siap dengan aktivitas selanjutnya. Ummi memasukkan bekal makan siang ke dalam tas kedua anaknya. Abi pun tidak ketinggalan, kotak nasi berwarna hitam telah siap untuk dibawa.
***
Azkia megayuh sepeda dengan semangat. Jarak sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh sekitar lima ratus meter. Adiknya berada di goncengan belakang. Tidak setiap hari mereka mengendarai sepeda, kadang Abi atau Umi yang mengantarnya.
Sekolah belum ramai ketika Azkia sampai di sekolah. Ia bersekolah di SDIT. Sebagian besar siswanya berangkat menggunakan bus sekolah. Tidak berselang lama rombongan bus sekolah datang. Mereka menjemput siswa dari berbagai kecamatan. Azkia berbaris bersama teman-temannya untuk melaksanakan apel pagi.
Bel istirahat berbunyi. Para siswa berhamburan menuju kantin, tapai tidak dengan Azkia. Ia menghabiskan waktu istirahat dengan membaca dongeng yang belum sempat ia selesaikan. Ia telah menyelesaikan bacaannya saat bel masuk berbunyi.

Bersambung…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like