Munculnya Rasa

By

 

Masya Allah, hati ini berdecak kagum, ketika melihat perkembangan Pejuang Literasi.

Saya banyak sekali belajar dari Komunitas Pejuang Literasi ini, bahwa perubahan itu sebuah keharusan, mengambil sikap pantang berhenti melangkah walaupun perjalanan ini tak semulus jalan tol ya gaes dan membentuk sebuah kerjasama dengan niat mulia itu harus selalu dihadirkan.

Ini bukan hanya sekedar untaian kata-kata, karena saya pribadi bukan pujangga yang pandai berkata-kata kecuali benar-benar saya rasakan dengan apa yang saya jalani atau saya lihat.

Perjalanan ini, saya mulai ketika bergabung di markas PL, saya melihat sendiri bagaimana perkembangan PL sejak saya ikut NBB berjudul “Ayat-Ayat Kehidupan”, saat itu saya tidak punya modal apapun untuk menulis, hanya suka menulis status di medsos, itupun hanya beberapa baris saja. Tetapi karena modal ingin mencoba , saya beranikan diri untuk menyelasaikan tugas demi tugas, walaupun saat itu saya sering sekali telat mengumpulkanya atau bahkan memang mengerjakanya mepet dengan tanggal deadline dan yang penting wujud tugas, toh nanti kalau kurang juga dikoreksi ( pikir saya saat itu), masih setengah-setengah mengikuti Komunitas Pejuang Literasi ini.

Sampai akhirnya, proyek NBB Ayat Ayat Kehidupan, hampir finish, di situ saya melihat begitu sabarnya mentor kita Ndan Hessa dibantu kawan-kawan , bagaimana beliau menyemangati kita untuk segera menyelesaikan revisi, kemudian beliau teliti lagi satu persatu, bahkan jujur saat itu saya hampir-hampir menyudahi tugas, karena saat itu bulan Ramadhan dan berbarengan dengan beberapa acara, tapi di saat hati hampir putus asa dan  markas terlihat sepi, Ndan Hessa dan kawan-kawan selalu membuat obor penyemangat (Masya Allah, begitu sabarnya beliau ini batinku), sampai akhirnya kita bangkit lagi.

Hingga tiba di tahap akhir, pemilihan judul dan cover, saya semakin tidak percaya, benarkah saya sampai tahap ini. Lagi-lagi di titik ini saya masih merasa setengah-setengah, masih mengandalkan semangat yang di salurkan oleh Ndan Hessa dan kawan-kawan di grup, di tahap ini semakin terlihat bagaimana beliau dengan sabar menanti voting kami yang memakan berhari-hari, bahkan kadang tak ada respon. Syukur alhamdulillah buku itu akhirnya lahir juga ke muka bumi ini, menjadi saksi bisu kehidupan dan menjadi karya perdana saya.

Sudah selesai mengikuti proyek NBB, kami masih tetap di tampung dalam sebuah markas dengan berbagai kegiatan di situ, awalnya saya berusaha mengikuti, tapi ya begitu, dalam hati berbisik ” Paling ini seperti kulwap-kulwap biasanya yang ramai di awal, sepi di tengah, dan tak ada kabar di akhir ( jahat banget ya pikiranya)” . Sampai waktu demi waktu, memang kadang grup sepi, tapi setelah itu tiba-tiba ada inovasi baru, sepi lagi, ada inovasi baru lagi, keren pokoknya konsistenya.

Sampai akhirnya, aku sampai terbengong-bengong sendiri melihat  inovasi yang terbaru ini, sebuah babak baru dari Pejuang Literasi, saluuut se saluutnya , begitu rapiiih, tertata, menariiik, dan update sekalee. Barakallafikunna jami’an , saya hanya bisa mendoakan semoga jerih payah pasukan inti PL di berikan keberkahan dari Allah.

Saya sempat merasa malu sendiri, ketika diri menjalani sesuatu setengah-setengah ternyata diluar sana, ada yang sedang mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Pejuang Literasi memberikan aku gambaran real sebuah perubahan dan perbaikan itu benar adanya dibutuhkan, bukan hanya isapan jempol semata, proses panjang yang harus dilewati, dan mungkin ada cobaan-cobaan di balik layar grup yang lebih menguras pikiran dan hati yang kita pun tak tahu.

Sekali lagi, dengan babak baru ini, saya juga ingin berusaha menjadi insan yang baru didunia kepenulisan, insan yang tangguh dalam menapaki proses menjadi penulis yang lebih baik, dan menghasilkan tulisan-tulisan yang kebermanfaatannya menyebar luas ke seluruh dunia, karena Rasulullah SAW sang panutan kita berpesan bahwa yang terbaik  di antara kalian adalah yang memberi manfaat kepada yang lain.

Nb : Di buku itu tak ada nama saya, karena saya pakai nama pena “Khadeeja Humaira “, seorang penulis baru yang berusaha belajar, dan menanti doa-doa terbaik dari yang membaca ini 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like