Akhirnya dia berangkat

By


Sebut saja zea, salah satu sahabatku semenjak masuk kuliah, kisah persahabatan kita tak semulus muka yang habis di facial atau seterjal wajah yang sedang berjerawat juga, tapi indahnya persahabatan adalah kita bisa mengenal lebih dalam satu sama lain dan akhirnya bisa saling memahami dan saling memotivasi kepada kebaikan dan ketaatan kepadaNya.

Kemarin, aku dapat pesan WA dari zea yang sempat mengusik ketenangan alam semesta, _ndak juga sih_ sebenarnya, saking beritanya terlalu _amaziiing_ buat aku karena kebawa bahagia.

Zea, seseorang yang suka menabung dan baik hati, cantik, staylis sekali dan … yang penasaran bisa japri aku deh. Sejak dia masuk kuliah dia memang terlihat rajin menabung, yang aku tau biasanya dia titipkan tabunganya di salah satu ustadz kita, hampir setiap bulan. Ya biasa saja sebenarnya hanya menabung, anak SDpun juga bisa menabung kan ya, emaknya kasih uang sambil berpesan “Nak, nanti yang lima ribu di tabung ke bu guru ya” ,
” Iya Mak,” Kata si anak ogah-ogahan sambil _ngedumel_ dalam hati ngapain nabung-nabung segala sih mak, kan bisa minta emak kalau butuh apa-apa. Kurang lebih begitulah potret kita waktu SD, karena belum tau bagaimana rasanya punya tabungan banyak dan yang terpenting adalah manfaat dari menabung itu sendiri, dan itu akan kita buktikan di kisah ini.

Kembali ke Zea, mungkin hal mudah ketika kita menabung waktu kecil, ada uang, ada perintah orang tua, dan yang pasti kita belum menginginkan hal yang unyuk-unyuk terpajang di sepanjang toko kenangan, _eaaa_.
Sedangkan zea, dia seorang mahasiswi selain itu juga menghafal Al Qur’an 30 juz dan dia perempuan loh, tau sendiri bagaimana hati bergejolak setiap melihat itu tuh, iya itu, tapi dia masih rajin menabung sampai lulus kuliah, langka sekali.

Akhirnya, tiba saatnya ketika dia kemarin WA memberikan kabar gembira kalau dia akan pergi umroh , Masya Allah, seketika speechless mendengar kabar itu. Entah kenapa bahagia ada sahabat yang bisa kesana lagi, dan dia orang ke empat yang bisa berangkat kesana di antara teman kita yang lain. Ada cerita yang menarik di balik keberangkatan kita berempat kesana, *Walaupun dengan cara yang berbeda-beda, akhirnya Allah izinkan kita untuk ziarah ke Baitullah * , selain itu ada kesamaan kita berempat lagi yang belum bisa aku ceritakan di sini.

Dekat bulan ini, akhirnya dengan izin Allah Zea berangkat, sebenarnya isu dia mau berangkat sudah lama dia sampaikan disetiap obrolan-obrolan kita, tapi tetap kemantapan hati itu di tangan Allah, makanya aku penasaran sekali bagaimana dia tiba-tiba mendapatkan kemantapan hati untuk berangkat.

Bersambung…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like