Akhirnya Dia Berangkat Part 2

By

Zea mulai sibuk mempersiapkan apa-apa yang perlu dipersiapkan kesana, dia masih terlihat nervous akan keberangkatanya, aku hanya berkata dalam hati, ” tak akan ada yang berangkat ke baitullah, kecuali yang Allah panggil kesana”, bukankah sepanjang jalan menuju kesana lisan kita basah dengan jawaban kita atas panggilanNya, “Labbaik Allahumma labaik” ( aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu), dan Zea mungkin kamu memang sudah Allah izinkan untuk memenuhi panggilan itu.

“Eh, gimana ceritanya koq bisa tiba-tiba hatinya mantap berangkat ze?” , Kataku dengan penasaran saat dia sedang maen ke kamarku.
“Gimana ya te ( anggap saja panggilan dia ke aku), kan kamu udah tau sendiri sudah lama banget aku pengen kesana, tapi ya qodarullahnya belum jadi-jadi” kata dia dengan nada khas ala anak kota gitu deh.
“Terus, terus” kataku sambil mengambil keripik sukun di dekatku buat ngemil.
” Jadi ceritanya, saat itu aku lagi pengen sesuatu tee, aku udah cari-cari info tentang barang itu, udah hampir fix , kamu tau laah yaa ” katanya. Aku menganggukan kepala tanda mengerti.
” tau nggak te harganya itu berapa ?” ,tanyanya lagi
” nggak tau laah, tau sendiri aku bukan pemerhati harga, pengen ya beli aja ” jawabku, kita tertawa bersama.
” sekitar 15 sampai 20 juta tee ” jawabnya
” Astaghfirullah,” kataku agak tidak percaya.
” makanya te bermula dari itu, alhamdulillah kalau uang, memang Allah kasih rizki ada, tabunganku sejak kuliah dulu sampai sekarang, masih jalan ” katanya.
” Masya Allah, kereen ze kamu ” kataku exited.
” tapi di sisi lain, aku masih merenung apa benar uang segitu mau buat sesuatu kenikmatan di dunia saja” Zea diam sejenak, ” nah saat itu juga te, pas banget aku lagi merenunung itu, tiba-tiba aku liat status seseorang yang posting brosur travel yang pelayananya bagus dan travel incaran ku juga, sedang ada promo” kata zea semakin heboh.

Dari ceritanya, zea merasa mungkin ini jawaban Allah dari segala keresahan selama ini, kalaupun dia memilih untuk beli barang yang seharga 15 juta sampai 20 juta bisa saja, tapi itukan hanya dunia, apalah nilainya nanti. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan tabunganya itu untuk berangkat umroh dengan segala kemantapan hatinya,

” Nggak papa te aku nggak jadi beli barang itu, tapi kan aku bisa beribadah disana, memanjatkan segala doa disana, di tempat-tempat mustajab, ” kata Zea. ” Dan aku bisa berdoa minta barang itu di sana, bisa jadi Allah kabulkan ” tambah dia sambil tersenyum canda.

Terharu sekali aku mendengarnya, ternyata dunia versus akhirat benar adanya, dan ketika kita memilih akhirat pastilah dunia akan mengikuti. Selain itu ketenangan dan kebahagian akan datang sendiri di hati kita, membuat hidup lebih berwarna bagaikan pelangi di matamu, eaaa, ketika kita mendahulukan akhirat daripada dunia kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like