Malam yang Hangat

By

Setelah sekian menit mencari- cari tenda, akhirnya ketemu juga, yeaaaa.

Gerimis masih setia menemani sore ini, di dalam tenda , aku merasakan pukulan-pukulan suara air hujan yang jatuh di atas tenda kita, tok..tok…tok… merdu sekali.
Oya, qodarullah aku hanya berdua saja dalam satu tenda itu, karena masih sama- sama sigle, jadi lumayan luas didalam tenda, walaupun dalam hati bertanya, “Kapan bisa setenda dengan si dia ya?”, eaaa, dalam waktu dekat insya Allah ( eh siapa tuh yang jawab).

Sholat maghrib sudah tiba, karena kita sama-sama tidak sholat, aku dan temenku masih posisi mager dalam tenda, tadi sudah sempat sih berkunjung ke tenda-tenda para single lillah lainya, kenapa mereka saja? karena kita tidak berani berkunjung ke tenda yang sudah berkeluarga lah.

Sambil menunggu ada pengumuman berikutnya, kita mulai membuka makanan bawaan kita, senangnya, kriuk…kriuk…mulai terdengar keripik tela pasrah tertelan oleh lidah kita yang kelaparan, aku makan sambil memandangi atap-atap tenda, aku masih meresapi keadaan ini, di sini aku hanya membawa peralatan seadanya, dengan makanan secukupnya, sungguh diluar keseharianku, Masya Allah, rasa syukur semakin menyeruak dalam dada.

Sayup-sayup terdengar bacaan dzikir sore berbarengan, “eh, siapa itu?” Tanyaku ke teman satu tenda, ” Ndak tau kak” jawab dia, sebut saja ziza. Di samping tenda depan , belakang kita juga mulai terdengar suara mengaji, suara bapak-bapak dan suara anak-anak yang menirukannya.
Aku baru teringat, ternyata acara setelah maghrib adalah mengaji.
Elok sekali, suasana malam ini, aku benar-benar merasakan bi’ah yang nyaman.

Kita sedang disini, dalam gelapnya malam tanpa gemerlap cahaya lampu, dinginya udara yang memaksamasuk melalui sela-sela tenda, suara gemerisik dedaunan yang saling bersentuhan tertiup angin, berhiaskan suara gerimis , terdengarlah suara mengaji dan dzikir sore dari keluarga-keluarga para ahlul quran yang muncul dari tenda-tenda kecil bercahayakan lentera senter yang menerangi di dalamnya.

Walau di luar dingin, tapi dalam hati ini merasakan kehangatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like