Teguran lewat si Sholeh

By

Suatu malam aku sedang menginap dirumah salah satu emak-emak yang sudah dikarunia dua anak,yang pertama laki-laki dan yang kedua perempuan.

Habis kita melaksanakan sholat maghrib, aku baru mau melipat rukuh, tiba-tiba “ammah ayuk aku kasih tau aku sedang belajar apa, nanti ammah yang bacain yaa” kata anak laki-laki sebut saja sholeh. “Oh iyaa sholeh, tapi ammah yang dengerin kalian cerita aja laah yaa” kata ku ngeles karena emang belum pandai cerita-cerita ke anak, ” Ammah aja, nanti ammah nunjuk gambar, kita yang menyebutkan namanya” kata si sholeh penuh harap, “ya Allah gemesh banget yak,oke deh ammah coba” kataku tak tega melihat matanya yang sayu, karena kata emaknya emang si sholeh lagi sakit. Pas kita mulai belajar, eh si adek sebut saja si Cute ikut-ikut nimbrung bolak balik kertas yang mau kita baca ” Aku mau yang sebelah sini” kata si cute. ” Yang ini aja dulu dek, kan belum sampai situ” kata si kakak sabar banget, ” Nggak mauuuu,,,” kata si cute sambil merengek-rengek hampir nangis. ” ya udah, yang mana? Yang ini kan, ini kesukaan si cute kan” si kakak nunjukin gambar es krim ke adeknya, ” ya Allah kayak begini ya gambaran punya anak” batinku sambil menelan ludah. Adegan pertama.

Seru sekali belajar kita malam itu, PR sebagai orang tua adalah bagaimana anak-anak suka belajar, bukan memaksanya untuk belajar, noted

Tak lama terdengar ada suara emak manggil-manggil dari dapur, ” Sholeh , Cute ayok makan dulu, ammah di ajak sekalian yaa” kata emaknya, mereka berdua langsung berhamburan ke dapur. Aku hanya diam berapa detik, masih pegang buku, aku tadi sebelum ke rumahnya emak, sudah makan dulu, jadi masih lumayan kenyang. ” Aku ngg usah makan ya mba, tadi udah makan” kataku agak teriak, ” heh, ayuk ammah, makan dulu, itu ammah di ajak dulu” kata emak kepada si Sholeh dan Cute, tak berapa lama ada adegan tarik menarik tanganku,” ayuk ammah, pokoknya harus makan” mereka berdua ngomong sambil ketawa-tawa menarik aku sampai bangun dari kasur dan jalan ke dapur. ” okeee deeeh” kataku agak memaksa.

Ketika makan baru berapa suap, si Cute tiba-tiba merengek pengen pakai kuah, si emak menaruh kuah di piringnya, eh ketika sudah di kasih termyata nemuin ada potongan tomat di piringnya ” Nggak mauuu…” kata Cute, ” Tadi minta kuah ” kata emak, ” Nggak mau sambeell” kata Cute, emaknya bingung sambil melihat di piringnya ” Itu bukan sambal, tapi tomat” kata emak sambil mengambil tomat yang ada di piring. Makan berjalan tenang sesaat, ” Aku mauuuu… ” rengek di Cute sekali lagi , ” Mau apa Cutee” kata emak masih sabar kataku, ” Mau tomaaat” kata Cute, rasanya pengen tepuk jidatku karena merasa aneh. Masya Allah adegan kedua.

Si Sholeh yang menurutku dia cukup dewasa, walupun dia rewel tapi wajar saja, dia juga lagi sakit, aku lihat dia makan tapi tanpa selera, ” Sholeh lauknya mau pakai apa? Telur ceplok apa telur dadar ?”, si Sholeh hanya menggeleng-gelengkan kepala, si Sholeh terlihat sering menggerak-gerakan sendoknya terus seperti memainkan nasi-nasi yang ada di piring, ” Sholeeh, makanya di habisin dulu, mau pakai apa? Kecap?” Kata emak, ” iyaaa, aku mau kecap mak” kata sholeh masih tidak berselera, dugaanku saat itu si Sholeh lagi main-main dan ujung-ujungnya paling tidak dimakan itu nasi, karena dia terlihat tidak berselera makan gara-gara masih tidak enak badan. Tapi ternyata tidak, dia benar-benar menghabiskan nasinya sampai bersih sebersih bersihnya, tak ada satupun nasi yang tersisa, “ya Allah aku malu sama si Sholeh, dia anak kecil sedang sakit dan tidak berselera makan,tapi dia berusaha tidak menyisakan nasinya, sedangkan aku… selalu ada sisa setiap aku makan, entah kenapa, seperti bawaan gitu, aku benar-benar malu” batinku

Terima kasih ya Allah, Engkau tegur aku lewat anak kecil ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like