Anak, Investasi Surga

By

 

Anak adalah investasi dunia akhirat kedua orang tua. Akhlaq mulia anak mampu menjadi segunung pahala yang kelak membekali ayah bundanya saat bertemu Sang Pencipta.

“Mbah Yi, bukunya, Dimas simpan, ya. Mau kasih lihat Ibu nanti kalau pulang.”

Hati siapa yang tidak terenyuh kala mendengar buah hati yang baru berusia lima tahun itu merapikan buku, berniat menunjukkan tulisan tangan pertamanya kepada ibu yang berada jauh di negeri seberang.

Sebuah syair Arab yang terkenal, “Al ummu madrosatul ula”. Ibu adalah pendidik pertama sekaligus utama bagi anak-anaknya. Dalam hal ini banyak yang beranggapan, bahwa ibu yang baik adalah ibu yang lebih banyak meluangkan waktu. Terlibat langsung dalam proses pembelajaran putra-putrinya. Lalu, bagaimana bila keadaan menuntut seorang ibu untuk berperan sebagai ibu sekaligus ayah?

Sebagai seorang ibu yang terpisah jarak dari keluarga, setidaknya tiga sampai empat kali saya menghubungi rumah setiap hari. Mendengar teriakan, melihat keusilan, juga merasakan keseruan polah tingkah yang buah hati lakukan. Beruntung sekali pihak sekolah menjembatani kami dengan aktif memberikan informasi. Mengirimkan foto yang berkaitan erat dengan kegiatan anak di sekolah.

Kini jarak bukan lagi hambatan bagi seorang ibu yang ingin menciptakan surga di kaki. Jarak juga bukan alasan untuk seorang ibu membiarkan anak-anaknya berada di jalan yang tidak semestinya. Apa lagi sampai menyia-nyiakan perisai emasnya.

Dari hati, dengan hati dan untuk hati. Selalu membangun komunikasi positif. Menyalurkan cinta melalui gelembung udara yang diciptakan oleh-Nya. Teruntuk anak tercinta, juga orang-orang terdekat yang menyaksikan langsung tumbuh kembang biji mata kita.

Adalah anugerah terindah bagi kehidupan seorang wanita. Di pundaknya mengalir tugas mulia sepanjang masa. Darinya seorang anak belajar berbicara, menimba ilmu serta kepribadian yang shalih-shalihah. Dialah sang pemegang pena yang akan menorehkan warna pada kertas putih di tangannya.

Bersyukurlah wahai ibu yang diberi kesempatan untuk mendampingi buah hati. Menyaksikan sendiri bagaimana mereka merangkak, berjalan, kemudian berlari. Menggandeng lalu mengantarkan mereka menyeberangi jembatan mimpi. Didiklah dan bekali mereka dengan akhlaq imani. Mencintai serta meneladani rasul, kekasih Illahi.

Ibu ….

Anakmu investasi terbesarmu. Sudahkah kita mempunyai bekal untuk itu?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like