Berbagi Kue

By

Kisah 1
Saat itu ketika lagi tidak enak badan, seharian sebelumnya benar-benar aku pakai tidur dari pagi sampai sore karena demam tinggi, makanpun juga tidak selera, aku hanya berdoa semoga besok pagi sudah enakan dan bisa masuk untuk menyimak. Keesokan harinya, alhamdulillah demam turun, bersyukur sekali hatiku, tapi badan masih terasa tidak enak dan harus terpaksa izin tidak bisa datang menyimak dulu, ketika tiduran tiba-tiba ada pesan masuk ” Kak, antum di asrama mana, ini ada titipin buat antum” kata si empunya, lalu aku balas pesanya dengan menyebutkan nama asrama ku. Selang beberapa menit datang mbak-mbak yang bawa kue 2 kotak , satunya rasa coklat dan satunya tiramishu, dan senangnya lagi, itu kue kesukaanku ya Allah. Masya Allah, begitu penyayangnya Allah kepada hamba-hambaNya. Aku kemudian menulis pesan ke yang memberi ucapan terima kasih dan hanya bisa mendoakan semoga di ganti dengan rizki yang berlipat.

Kisah 2
Suatu kali, ada ummahat yang minta di simak di pagi hari, sekitar habis shubuh dikarenakan beliau izin nanti jam 9 tidak bisa datang ke halaqoh. Karena rutinitas habis shubuh aku hanya aktivitas pribadi saja, aku terpacu melihat semangat ummahat ini yang berusaha tetap melonggarkan waktu untuk Al Quran. Kadang aku bersyukur melihat semangat para ummahat yang berusaha menghafal Al Quran di balik kesibukan yang tak terhitung, setiap habis menyimak mereka rasanya diri ini menjadi semangat juga untuk memperbaiki murojaah, lain waktu kadang merasa malu ketika diri ini lagi future, tapi ada juga sesekali habis menyimak rasanya capek , wajar lah yaa, manusiawi 😀
Pagi ini, beliau datang sambil membawa dua anaknya yang masih kecil, mereka membawa dua plastik isinya masing-masing ada 2 kerdus pia basah tugu jogja, ketika sampai ” Ayuk ,itu yang satu di kasihkan kakanya” kata ummat ini kepada anaknya, anak yang perempuan mengasihkan sambil malu-malu, ” Koq malah ngrepotin mi’ , Jazakumullah ya kaak” kataku kepada anak perempuan yang aku bahasakan kakak.
Akhirnya kita mulai setoran sampai selesai, Alhamdulillah, selalu bahagia kalau ada ummahat yg bisa setoran, karena itu menunjukan ada usaha dan tidak putus asa, ” Nanti di ulang-ulang lagi ya um, tadi yang 1/4 terakhir masih perlu dilancarin” kataku sambil senyum, “iyaa kaaak, insya Allah” kata ummahat itu. Ketika sudah mau siap-siap mau pergi, karena aku juga harus lanjut menyimak yang lain, ” Kak, ini dua-duanya di bawa aja ya” kata ummahat itu, ” Ini aja udah banyak um, itu buat kaka aja” kataku, karena yang satu sebenarnya buat dua anaknya tadi, yang sudah main keluar asrama entah kemana. ” Ndak papa kak, di rumah masih ada koq, nanti d bagiin juga ngg papa kak” kata ummahat itu, ” Oya mi’, Jazakumullah Khairon katsiron ya um” kataku
Aku hanya bisa mendoakan dalam hati semoga Allah balas kebaikan ummahat ini.

Kisah 3
Hari ini, terasa lama menyimaknya, entah karena ada yang tidak lancar, atau karena moodku yang lagi tidak bagus, atau dua-duanya ya 😀 , biasanya paling tidak betah ketika menyimak adalah posisi duduk yang sudah tidak nyaman, di tambah ada beberapa yang tidak lancar setoranya, di tambah waktu yang tidak cukup. Selesai halaqoh rasanya wajahku sudah kusut pengen rasanya segera wudhu, sholat dan tidur. Sampai kamar, ada kerdus persegi panjang di bawah kasurku, ” ini apa ?” Tanyaku, aku buka termyata isinya beberapa roti, lagi-lagi kesukaanku, tapi dari siapa ya. Aku buka hp ternyata ada pesan masuk, kalau tadi ada ummahat yang menitipkan itu buat aku.
Masya Allah, aku segera kirim pesan ke yang memberi untuk berterima kasih dan hanya bisa mendoakan semoga diberi keberkahan.

Semua orang suka diberi, dan aku merasa ketika ada orang yang memberi sesuatu untukku itu tandanya aku harus sesegera mungkin untuk berbagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like