Bukan Halu

By

Tak sabar menunggu part berikutnyaa, lagi-lagi karena kamu, aku belajar tentang kehidupan tak hanya sekedar teori, tapi nyata apalagi hanya angan-angan, siapa sih kamu sebenarnya?, jadi penasaran kan, kamu menyiapkan apa, sampai aku juga harus tersiapkan seperti ini. Halu gaes.

Di part ini, agak sedikit menanjak ya gaes jalanya, tentang visi dan misi. Awalnya aku setiap membaca atau mendengar visi dan misi itu seperti apa ya, mungkin rumus matematika yang harus aku hafalkan benar-benar karena saking di butuhkan untuk menjawab sebuah soal, tapi kita tidak tahu untuk apa sebenarnya rumus itu dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau ada pertanyaan ” Apa visi misi hidupmu” di biodata ta’aruf , entah kenapa pikiran ini jadi halu kemana-mana, dan berangan-angan tanpa batas membayangkan rumah bak istana yang didalamnya terdapat raja tampan nan kaya bersanding dengan ratu yang cantik nan anggun. Kenapa bisa begitu ya? Jawabanya adalah karena kita akan selalu membutuhkan bimbingan Allah, petunjukNya lah yang membuat kia terarah melalui apa-apa yang terjadi dalam hidup.

Menikah di waktu yang di inginkan, mempunyai rumah bagus, kemudian punya anak , bisnis berkembang pesat. Tapi kenyataanya gerbang utama menuju kesana belum juga terlihat, yaitu menikah, kekhawatiran-kekhawairan mulai muncul nanti punya anak umur berapa, nanti kalau dapat yang lebih muda bagaimana, nanti nanti dan nanti bagaimana, membayangkan keputus asaan didepan mata dan masa depan ya entah berantah.

Kadang kita menghakimi hidup kita, tanpa berhusnudzon kepadaNya, apakah benar sesempit itu ibadah yang agung ini, sebuah perintah dari Rabb Yang Maha Pengasih apakah akan menyulitkan hamba-hambaNya yang beriman, ibadah yang berfungsi menyempurnakan setengah din ini, malah terasa membebani? .

Dari sini aku belajar, perlunya visi misi dalam pernikahan nanti untuk saling menguatkan langkah bersama. Andai saja visi misi menikah itu untuk menjaga fitnah nafsu dan melahirkan anak saja, akan menjadi sesempit itulah jalan yang di rasakan.

Dan aku baru menyadari bahwa visi misi itu bukan visi misiku saja, tapi juga visi misimu, yang akan kita kuatkan dan kita satukan ketika kita sudah ditaqdirka untuk bertemu, untuk bersama-sama mendapatan ridho Allah, dan juga meraih kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like