Es Puter Yang Terlampau Menggiurkan

By

Jika ada seorang nenek yang suka sekali membuat ulah konyol, dialah nenek Supi.

Siang itu acara pengajian baru saja dimulai. Para jamaah sedang melantunkan murojaah QS. 93 – 114. Bukannya khusyuk bermurojaah, Nenek Supi berkali-kali melontarkan pandangannya keluar masjid.

“Eh, kenapa to kamu itu?” tanya Nenek Tika keheranan melihat tingkah nenek Supi. “Dari tadi tolah-toleh aja.” Sambil bertanya Nenek Tika memandang Nenek Supi. Dilihatnya mata Nenek Supi bersinar-sinar nakal.

Tiba-tiba Nenek Supi bangkit.

“Heh! Mau kemana?” tanya Nenek Tika.

“Beli es puter,” jawab Nenek Supi singkat.

Nenek Tika membelalakkan mata terkejut dan sejurus kemudian hanya bisa membuka mulutnya tanpa kata.

Ada penjual es puter di depain masjid. Sudah sedari tadi Nenek Supi melihatnya dan itu sangat memikat hatinya. Cuaca panas begini tentu nikmat mencecap es puter yang dingin manis. Membayangkan rasa gurih santan dengan marble coklat di dalamnya membuat Nenek Supi nekat mengalahkan rasa malu  untuk jajan es puter di tengah acara pengajian.

Nenek Supi berjalan keluar masjid. Ketika hendak memakai sandalnya, Nenek Supi disapa sekelompok santri yang duduk di serambi depan masjid, “Hendak kemana Nek?”

“Beli es puter, tuh…” Nenek Supi menunjuk gerobak es puter dengan wajahnya.

Dan para santri itupun tertawa tertahan.

Nenek Supi menghampiri penjual es puter dan membeli lima cup es puter. Dimasukkannya tiga cup es puter tanpa tutup tersebut ke dalam tas kain kecilnya dan dua cup dipegangnya saja dengan tangannya. Lantas dia kembali ke serambi masjid.

“Bu RT, ini untukmu,” dijawilnya punggung Bu RT dan diulurkannya satu cup es puter. Bu RT kaget namun kemudian tersenyum senang mendapatkan es puter.

Nenek Supi lantas menyerahkan satu cup es puter yang dipeganggnya tadi pada Nenek Tika dan diiambilnya satu cup es puter dari dalam tas kecilnya untuknya sendiri.

Beberapa saat berikutnya mereka sibuk menyuapkan es puter dan mengulumnya di mulut.

“Enak, ya?” katanya pada Nenek Tika

“He-eh,” jawab Nenek Tika.

Nenek Supi menghabiskan es puternya dalam lima kali suap. Nenek Tika menghabiskan sedikit lebih lama. Nenek Supi lantas mengambil sisa es puter dari dalam tasnya. Dan dalam sekejap es puter itu habis.

Jika kebetulan kalian bertemu Nenek Supi, jangan kalian tanya apa isi pengajiannya tadi ya. Nenek Supi pasti tidak banyak tahu karena dia asyik menikmati es puter. Namun jika kalian tanya bagaimana rasa es puternya, dengan lancar dan gembira dia akan menceritakannya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like