Heroic Rendezvous

By

Siang itu sepulang sekolah, Tio melihat tumpukan buku di kamarnya. Di sebelahnya tergeletak secarik kertas bertuliskan “Selamat Hari Anak Nasional”.

Tio tersenyum. Ia tahu, buku-buku itu hadiah dari papanya. Papanya selalu memberikannya buku di hari-hari istimewa. Ya, hari ini adalah hari istimewa Tio juga anak-anak yang lain.

Tio sangat gembira. Ia segera berlari menghubungi papa yang masih berada di kantor.

“Terima kasih ya, Pa, bukunya. Tio suka. Tio sayaaaang banget sama Papa,” ucap Tio kepada papanya melalui pesawat telepon.

Buru-buru Tio mengganti pakaian kemudian makan. Bersemangat sekali ia lantas memboyong buku-buku itu ke tempat favoritnya. Tempat di mana ia biasa membaca buku-buku kesayangannya bersama kedua sahabatnya, Roo dan Owl.

“Roo … Owl!” panggil Tio setelah berada di kebun samping rumah.

Senyum Tio melebar. Memandangi batang pohon jambu yang menjulur ke luar. Hati-hati sekali ia memanjat pohon jambu itu lalu duduk di dahan pohon. Tio meletakkan buku-buku yang dibawanya pada ruas-ruas pohon. Satu persatu ia mulai membuka dan membaca buku-buku itu. Dimulai dengan buku bersampul biru.

“Buku baru ya, Tio? Kelihatannya seru,” seru Owl yang tanpa disadari Tio sudah berada di dahan yang berdekatan dengan dahan yang didudukinya.

Tio menoleh. Tampak Roo yang juga mulai memanjat pohon. Menyusul Tio dan Owl.

“Buku dari Papa. Kalian tahu tidak, ini hari apa?”

Roo dan Owl serempak menggeleng.

“Hari Anak Nasional.”

Tio tersenyum lalu tangannya membuka kembali halaman per halaman buku. Hingga tangannya terhenti pada satu halaman. Tentang permainan tradisional anak yang sempat terlupa. Ada petak umpet, lompat tali, senapan batang daun pisang, juga ular naga.

“Eh, kapan-kapan kita coba main ini, ya!” Tio memberi ide. Ibu jarinya menunjuk pada gambar anak-anak yang sedang bermain gasing.

“Boleh. Sepertinya menyenangkan.” Timpal Roo yang kemudian mendekat, menilik gambar yang terpampang pada buku di pangkuan Tio. Owl sedikit terbang dan hinggap di atas tumpukan buku.

Mereka bertiga larut dalam buku berjudul ‘Heroic Rendezvous’.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like