Ijinkan Aku Terus Belajar

By

Pernah diam memendam rasa, hingga akhirnya terucapkan dalam sebuah doa. Mungkin itu yang kurasa sekarang, dia yang datang dengan cepat mampu mengisi hari-hariku menjadi cerah ceria. Semangatku yang hampir saja punah oleh perlakuan seseorang di masa lalu, membuatku sempat tak mempercayai seorang lelaki. Namun kedatangannya kali ini membuat pikiranku berubah seratus delapan puluh derajat tentang lelaki.

Bukan gombalan atau pertanyaan perhatian yang ia lontarkan kepadaku, namun pernyataan yang membuat kami diskusi panjang selalu mengisi ruang obrolan online dalam aplikasi media sosial kami. Sebenarnya kami tinggal dalam satu kota yang sama, namun karena kesibukan masing-masing akhirnya gawai adalah penyelamat komunikasi untuk kami. Dia yang seorang guru di sekolah swasta membuat kami harus mengulang jadwal pertemuan. Karena tiba-tiba saja ada kegiatan di sekolahnya, ataupun aku kegiatan kantorku yang seringnya datang secara dadakan. Yaa, aku hanya seorang karyawan di perusahaan swasta nasional. Kepercayaan jabatan yang diberikan padaku membuat waktuku habis untuk menyelesaikan urusan kantor. Kadang di akhir pekan pun aku masih harus bekerja karena rekan bisnis perusahaan yang datang dari luarkota.

Berawal dari gagalnya pernikahanku dengan seorang lelaki yang sudah lama kukenal, membuat aku sempat frustasi. Selama seminggu aku berangkat ke kantor dengan mata bengkak yang kemerahan. Sudah tak ada lagi senyum sapa hangat yang kulontarkan pada teman-teman yang bertemu. Semua orang merasa kehilanganku, Dara yang ramah hangat ceria dan banyak bicara sudah tak ada lagi. Hanya tinggal seorang Dara yang selalu murung dan menundukkan pandangan ketika berjalan. Bahkan aku enggan untuk bekerja selama beberapa hari. Aku malu jika harus bertemu teman-teman. Namun aku butuh banyak uang untuk membiayai hidupku dan jiwa mungil yang dititipkan padaku.

“neng, makan dulu yuuk” suara mama yang ternyata di depan pintu kamarku sedari tadi mengagetkanku

Aku hanya menoleh ke arah mama sambil tetap membisu. Aku tak lapar, mungkin sudah tiga hari ini aku makan hanya sekali sehari. Bahkan rasa kantuk melandaku ketika mataku lelah mengeluarkan banyak airmata, dan tiba-tiba kutersadar telah melewati beberapa jam yang lalu karena tertidur.

—Bersambung—

#OneDayOnePost #EventOnline #MiladPL #PejuangLiterasi

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like