Kabut keberanian

By

Hari ini aku mengikuti acara camping keluarga yang di adakan oleh ma’had yang sedang aku tempati. Awalnya ragu, karena badanku belum tahan suhu dingin, dan acara bertempat di camping ground dekat lereng lawu tapi aku belum tahu posisi pas nya bagaimana, yah pokoknya bisa dipastikan dingin. Tapi, lagi-lagi rasa pennasaranku selalu membuat aku memberanikan diri untuk mengambil keputusan yang lain, aku ingin ikut, karena pasti acaranya seru.

Menuju jam keberangkatan, menjelang sholat ‘asyar, datanglah kabut yang tebal dihiasi dengan hujan rintik-rintik, “Ya Allah, aku jadi ikut ndak yaa” batinku, “Di sini saja suasananya sudah kayak gini, apalagi tempat acara nanti, kan lokasinya lebih atas dari ini, pasti lebih berkabut dan dingin lagi” tambahku, lagi- lagi aku membayangkan rasa dingin dan keraguanku menjadi  bertambah.
” Astaghfirullah” aku tepis bayang-bayang psimis itu sambil tetap mengecek barang- barang yang aku bawa.

Satu tas londri ukuran sedang sudah siap aku bawa, ” Koq lebay ya, perasaan berangkat sore ini, besok sudah balik kan, tapi bawaanya segedhe gambreng gini ” batinku sambil senyam senyum, menyadari sebagai makhuk wanita yang ditaqdirkan rempong dengan levelnya masing-masing. Jadi gaes, aku bawa selimut agak tebal dan bantal, makanan-makanan cemilan yang  entah apakah akan dimakan juga, minuman ukuran aqua gedhe yang ternyata disana juga disediakan minum sebenarnya.

Akhirnya  sampailah kita di tempat acara, Masya Allah, benar-benar amaziiing. Lidah ini hanya bisa memuji kebesaraNya, Subhanallah…, kabut dan gerimis masih setia menemaniku, jaket yang aku pakai dari berangkat tadi, lumayan menghangatkan tubuh ini. Mataku mulai menyisir pemandangan pohon-pohon tinggi terhampar sepanjang jalan, yang menambah indahnya lagi adalah disela-sela pepohonan itu terdapat tenda-tenda kecil, berwarna warni yang jumlahnya aku tidak tahu berapa , kecuali setelah acara dimulai dan kita diberi tahu oleh panitia kalau jumlah tenda yang di bangun untuk acara kita sekitar 200 tenda, Masya Allah.

Lalu lalang orang-orang yang berposisi sebagai ustadz dan ustadzah di ma’had, mereka mencari tenda masing-masing, sambil membawa barang bawaan mereka, dengan istri disampingnya menggendong anak yang masih kecil, dan  anak-anak kecil banyak sekali yang asyik berlari-lari dan mengobrol, Masya Allah ,mereka orang-orang sholeh dan sholehah semua insya Allah, berada diantara mereka, semoga diri ini juga tertular kesholehanya dan mendapatkan suntikan kebaikan serta dengan keberasamaan ini bisa mempermudah untuk tetap istiqomah,

Yeaaa, aku akhirnya menemukan tendaku setelah sekian menit berjalan mencari-cari, aku masuk tenda dan mulai menata-nata bawaanku.
Kabut, memang awalnya kamu membuatku psimis, tapi setelahnya kamu menumbuhkan keberanianku, karena mulai sekarang kita bersahabat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like