KECEWA

By

Sia-sia,kata yang tepat untuk Hatiku saat ini. Langit jingga memancarkan indahnya sore ini setelah semalaman bumi yang kupijak ini diguyur hujan tidak dapat menutupi kekecewaan ku saat ini. Setelah semua yang telah ku lakukan, tidak berarti apa-apa sama sekali. Detik-detik terakhir dengan polos dia menanyakan pertanyaan retoris, ah masih tidak dapat ku percaya. Apa yang ada dipikirannya selama ini, dengan penuh percaya diri dan tanpa dosa meminta pertanggungjawaban yang bukan menjadi tanggung jawabku. Masih tergiang-giang di benakku kata-kata selalu menyudutkanku, seberani itu dia mencecar pertanyaan-pertanyaan serta meminta pernyataan dariku.

Laporan ini seharusnya diselesaikan sebulan yang lalu, mengingat deadline sudah diambang pintu. Hampir setiap hari, aku memastikan kabar dan kemajuan laporan yang sedang digarap. Aira sosok yang hampir 6 bulan ini dekat denganku dan bergelut dengan laporan. Aira memiliki postur tubuh yang biasa dibilang tinggi dengan warna kulit kuning langsat ini meminta ku untuk membantunya dalam membuat laporan tugas akhir, Aira kesulitan karena diantara temannya dia-lah yang termasuk paling terlambat untuk mengerjakan laporan ini. Siang itu dia datang dengan wajah memalas dan memohon utuk membantu nya dalam membuat laporan. Ketika itu, sudah ku ingatkan bahwa waktuku untuk membantu dia tidak banyak, kegiatanku diluar kampus bisa dibilang padat. Aku sendiri hampir tidak mempunyai waktu untuk me -time. Rengekannya yang bikin aku luluh, kasihan juga kalau dibiarkan bakal tidak terkejar.

Akhirnya permintaannya tersebut ku -iyakan tapi ku tegaskan aku tidak dapat selalu ada saat dibutuhkan. Perjanjian telah disetujui, laporan Aira akan aku bantu sebisa mungkin. Terkadang seharian itu aku hanya bisa bertemunya 1 jam disela jam kuliah, terkadang hanya lewat wa atau telepon aku memantau perkembangannya. Aku bingung setelah bertemu dan berdiskusi denganku perkembangannya akan sama saja seperti terakhir bertemu, aku hampir putus asa. 2 minggu berlalu tapi perkembangan tentang laporan masih jauh dari kata selesai. 1 minggu kedepan aku tidak dapat menemaninya karena kegiatan kampus yang mengharuskan aku keluar kota. Aku berharap Aira dapat mengerjakan dengan sangat baik. Selalu tetap ku pantau Aira lewat WA, dan jawabannya masih datar saja. Kesibukan ku yang melupakan memberi kabar dan memnanyakan keadaannya, membuat aku kehilangan kabar dari nya.

Hari ini adalah deadline laporan itu, dengan semangat dan berharap besar Aira dapat menyelesaikan dengan baik. Mencoba mengirim pesan lewat WA dan sesekali menelpon tapi belum ada jawaban. Aku berpikir Aira masih sibuk mengurus laporan tersebut.

Selesai kuliah di jam pertama, aku menuju taman dekat kantin, untuk mengisi perutku yang sejak tadi tidak berhenti meminta haknya untuk di isi. Mie Ayam Pak Madun, sepertinya enak untuk disantap. Sesaat pesananku datang, tiba-tiba bruuukkkkk… setumpukan buku di hempas dimejaku, hampir saja mengenai mangkok mie ayam yang baru saja ku santap. Aira dengan wajah kesal marah dang mengumpat, dan berkata ” Puas ya sekarang, laporanku tidak diterima dosen.” ujar Aira dengan wajah memerah. Aku harus mengulang mata kuliah ini, lanjut Aira sambil menahan tangisnya. ” semua gara-gara kamu, aku tidak bisa menikmati liburan ku semester ini”. Aku terdiam, ingin rasanya ku tumpahkan mie ayam panas ini ke muka nya. Aku biarkan dia berbicara meracau seperti burung beo. Aku rasa, dia memang bukan teman yang dapat membuat ku lebih maju. Mulai saat ini aku hanya ingin menjauh dari dia dan tidak ingin mengenalnya sama sekali.  Aku kecewa denganmu, Aira.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like