Kehilangan di Asrama #1

By

Fitri sibuk mencari sesuatu di dalam lemarinya. Berulang kali ia mengecek. Tapi, sepertinya apa yang dia cari belum ketemu.
“Anti cari apa, Fit?” Kata Rahmi yang ada di sampingnya.
“Buku yang akau beli seminggu yang lalu nggak ada.” Jawabannya.
“Mungkin lupa meletakkannya Ndak?”
“Aku yakin masih di lemari. Bukunya lho masih disampul plastik.”
“Banat…! Ayo kita makan.” Teriakan petugas piket hari ini mengajak seluruh anggota asrama untuk makan malam. Mereka biasa makan sebelum Maghrib sehingga tidak menggangu kegiatan di malam hari. Menu sore ini pecel lele. Menu favorit penduduk asrama. Mereka makan dengan lahap. Beberapa di antaranya menambahkan nasi ke piring mereka.

  • Menjelang magrib mereka bersiap-siap ke mushola untuk melaksanakannya sholat Maghrib.
    “Kaos kaki yang warna-warni kemana ya?” Zahra siswa kelas delapan kebingungan mencari kaos kaki yang biasa digunakan untuk sholat. Azan telah berkumandang. Zahra segera mengambil kaos kaki yang ada di lemarinya
    Ba’da Maghrib mereka memuraja’ah atau menyetor hafalan mereka. Kegiatan ini berlangsung sampai isya.
    ***
    Pagi hari merupakan waktu yang super sibuk. Dimulai dari sholat tahajud, antrian mandi hingga persiapan berangkat sekolah.
    “Athia, ana minta handbody-nya dong.”Kata Laila sambil mendekati Athia yang sedang memakai jilbab.
    “Ambul aja di rak.” Katanya. Laila langsung mengambil dan memakainya.
    “Kak Athia, ana minta jarum pentul satu ya.” Kata Zaskia,siswa kelas tujuh.
    “Ambillah.” Jawabnya singkat.
    Apel pagi dimulai jam tujuh. Seluruh siwa berbaris di lapangan. Lima belas menit kemudian pelajaran pertama dimulai. Ustazah Alma, guru bahasa Inggris masuk ke kelas 8.
    “Penaku mana ya?” Nindi bergumam sendiri. Namun Fitri yang duduk di sebelahnya mendengar gumamannya.
    “Pena ungu yang ada bunga kecil-kecil nya itu?” Kata Fitri.
    “Iya.”
    “Tinggal di asrama kali. Tadi makamkan kita belajar kelompok.” Kata Fitri lagi.
    “Iya bisa jadi.” Nindi pun mengambil pena yang lain dari kotak pensilnya. Hari ini mereka speaking di depan kelas dengan anggota grup yang telah ditunjuk. Nindi senang belajar bahasan Inggris. Ia selalu antisia ketika tampil dengan menggunakan bahas Inggris.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like