Kehilangan di Asrama #2

By

Rahmi sedang membersihkan asrama. Sore ini jadwal piket Rahmi dan anggota kamarnya. Ia menyapu ruang tengan. Pandangannya tertuju pada buku di atas lemari warna pink. Ia familiar dengan buku yang tergeletak di sana. Ia mengambil buku tersebut. Ia tahu pemilik buku ini. Rahmi segera ke kamar Fitri. Ia melihat Fitri sedang tilawah.
“Fit, ini buku yang anti cari kemarin.”
“Alhamdulillah. Dimana ukhti menemukannya?”
“Di raknya Zaskia.”
“Makasih ya, Mi. Ana mau cari Zaskia kenapa buku ini bisa di lemarinya.” Fitri lansung mencari Zaskia. Ia ingin mengkonfirmasi perihal keberadan bukunya yang ada di lemarinya. Fitri mencari di setiap ruangan. Namun, ia tak menemukan keberadaannya. Ia mencoba mencari di halaman ataupun di mushola. lagi-lagi tak menemukannya. Fitri mengamati buku yang ada ditangannya. Tidak ada yang rusak. Meskipun pembungkusnya sudah tidak ada. Ia pun kembali ke kamar ingin melanjutkan tilawah yang sempat terhenti.
Sebelum sampi ke kamar ia melihat Ustazah Hani sedang melipat baju. Ustazah Hani adalah Pembina asrama putri. Ia segera menghampirinya.
“Darimana antum, Fit.”Tanya usatzah Hani.
“Ana tadi cari Zaskia, Zah. Tapi tidak ketemu.”
“Ada keperluan apa, Fit?”
“Buku ana beberapa hari yang lalu hilang Zah. Rahmi menemukannya di lemari Zasqia, Zah.”
“Zah, handbody ana juga gak ada. Kemarin Laila yang terakhir memakainya. kata Laila udah dikembalikan. tapi, ana cari nggak ada” Athia tiba-tiba sudah ada di samping dan ikut dalam pecakapan mereka.
“Zah, kita sekarang kok sering kehilangan ya, Zah. Apa Zaskia pelakunya, ya?”Nindi pun tak mau ketinggalan.
“Astagfirullah, antum tidak boleh su’uzon dengan saudara sendiri. Kita selidiki terlebih dahulu.” Ustazah Hani menengahi mereka.
“Ustazah, ada berita penting.” Dina hadir dengan tergesa-gesa.
“Ada apa, Din?” Nindi, Fitri, dan Athia bertanya bersamaan.
“Ana menemukan sesuatu, ayo ikut ana, Zah” Suara Dini diperkecil. Ia khawatir ada yang mendengar pembicaraannya. Mereka mengikuti Dini di ruang tengah. Mereka berhenti di depan lemari coklat. Dini membuka lemari bagian atas. Mereka semua kaget dengan apa yang dilihat. Ustazah Hani pun tak bisa menyembunyikan kekagetannya. Ia meminta Dini memasukkan barang-barang yang di lemari ke dalam plastic hitam.
“Ustazah minta kepada antum untuk tidak membicarakan masalah ini dengan siapapun. Biar masalah ini ustazah yang akan menangani.”
“Baik. Zah.” Mereka menjawab bebarengan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like