KURBAN TANDA CINTA

By

Dua minggu menjelang Idul Adha, ada orang bertamu ke rumah. Kulihat ditangannya terdapat satu buah golok. Orang tersebut pun menjelaskan bahwa kedatangannya untuk mengantar golok pesanan suamiku.

“Nunggu ya, Pak. Sebentar lagi pulang,” ucapku kepadanya.

Tak berapa lama suamiku pulang. Mereka pun terlibat obrolan mengenai benda itu, tentang material dan harganya. Hingga akhirnya orang tersebut pulang.

“Abi beli golok?” tanyaku sedikit heran.

“Iya,” jawab suamiku.

“Oh, buat nyembelih kurban nanti Idul Adha, ya?” tanyaku kemudian, “emang yang nyembelih nanti siapa?”

“Ya nanti ada orang-orang yang bisa, termasuk Abi” jawab suamiku sambil melihat-lihat golok tersebut.

“Ih … kok Ummi ngerasa serem sih, Bi” ujarku sambil meringis.

Suamiku memang termasuk panitia kurban di dusun tempat kami tinggal. Setiap tahun dia terlibat mengurusi segala keperluan untuk penyembelihan kurban hingga bertindak sebagai salah satu penyembelih hewan kurban. Namun entah kenapa masih ngeri kalau membayangkan suamiku sendiri menyembelih hewan yang tergolong besar.

“Ummi nggak mau lihat ah, takut,” ucapku kemudian, “oh iya, jangan lupa naruh goloknya di tempat yang aman, jauh dari jangkauan terutama anak-anak ya, Bi.”

Idul Adha tinggal tiga hari lagi ketika aku tak sengaja melihat sebuah gambar di media sosial tentang tata cara penyembelihan hewan. Di gambar tersebut dianjurkan agar saat menyembelih hewan kurban, hewan lain tidak boleh melihatnya agar tidak stress. Anak-anak pun tidak dianjurkan melihat proses penyembelihan. Melihat itu, aku pun segera memberitahu suamiku,

“Bi, lihat nih kalau nyembelih hewan disuruh begini,” ucapku seraya memperlihatkan gambar itu.

“Iya itu udah pasti dong, dari dulu juga seperti itu, ditutup sama terpal biar hewan lain nggak lihat,” balas suamiku enteng.

“Oh, gitu ya? Maklum kan nggak pernah lihat, hehe …” aku pun mengangguk tanda paham.

Begitulah, dalam islam semuanya sudah diatur. Dalam masalah menyembelih hewan kurban pun ada adabnya, seperti menajamkan pisau, membaringkan hewan, mengucap doa dan bismillah, serta perbuatan yang memberi “kenyamanan” lain kepada hewan sembelihan. Orang yang bertugas menyembelih hewan kurban pun harus paham akan hal ini.

Jadi sangat disayangkan ketika ada pendapat yang mengatakan bahwa Idul Adha adalah hari pembantaian hewan secara masal. Jelas itu adalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Penyembelihan hewan kurban adalah bukti ketaatan atas perintah Allah yang pasti terdapat banyak hikmah di dalamnya. Prosesnya pun mempunyai aturan dan adab.

Idul Adha adalah hari raya kurban, dan ibadah kurban adalah tanda cinta. Cinta kepada Allah dan juga kepada sesama. Cinta kepada Allah dengan menaati perintah-Nya, sedangkan cinta kepada sesama dengan cara berbagi rizki dan kebahagiaan kepada orang lain. Insyaa Allah ….

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like