Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Proses Buku Non Fiksi

By

by Ndan Hessa Kartika

Teknik menulis non-fiksi; data dan fakta menjadi dua hal yang sangat penting karena hal tersebut adalah standar untuk dapat diterima oleh penerbit buku.

Membuat buku non-fiksi juga dianggap sebagian orang cenderung lebih sulit karena penulis harus memiliki banyak data yang berguna untuk menguatkan argumen yang disampaikannya. Lebih jauh lagi, tulisan non-fiksi ada yang bersifat populer dan ilmiah. Beberapa contoh tulisan non-fiksi yang bisa kita lihat yaitu artikel, esai, feature, berita, dan lain sebagainya. Untuk kalangan akademisi, buku tipe non-fiksi adalah salah satu sumber yang penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, isi dari buku non-fiksi biasanya didasarkan pada hasil penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan oleh penulis yang bersangkutan. Penelitian tersebut bisa bersifat langsung ataupun sekedar literature review.

Bagaimana Memulai Menulis Buku Non Fiksi?

Setidaknya ada lima hal yang bisa dilakukan. Apa saja ya?

1). Pilih Sesuatu yang Paling PasukanTahu

Pemula yang menulis non fiksi biasanya ingin mencari sesuatu yang spektakuler. Sementara, hal-hal yang ada di sekitar terabaikan sebagai salah satu ide menulis buku non fiksi. Menuliskan apa yang pasukan tahu akan lebih baik, daripada memaksakan kehendak menjadi lebih baik dengan tema yang sama sekali tidak tahu.

2). Menentukan Judul Buku

Menentukan tema tulisan, adalah Langkah pertama dan utama. Saat tema sudah di dapat, barulah dapat menentukan langkah selanjutnya untuk memulai menulis. Tema bukanlah judul. Misalkan pasukan memiliki pengetahuan serta ketertarikan di bidang “motivasi” mungkin bisa begini:

Tema: Memotivasi Muslimah Agar Selalu Percaya Diri

Judul: Energi Percaya Diri Sang Bidadari Bumi

Setelah menentukan tema, beri juga judul yang akan pasukan pakai. Beda judul dengan tema pastinya sudah paham kan ya?

Tema adalah garis besar dari isi buku yang akan kita tulis. Sedangkan judul, hanyalah pemercantik luarnya saja. Karena judul selalu mengandung unsur: bagaimana lebih menarik perhatian calon pembaca, bombastis, dan unik.

3). Unsur utama 5W + 1H

Sebuah tulisan non-fiksi yang baik harus memiliki unsur what, where, why, whom, when dan how. Dasar tersebut sudah menjadi sebuah pondasi penting untuk tulisan non-fiksi. Jika tidak mencakup semua bagian tersebut, tulisan non-fiksi bisa diragukan kepastiannya.

Dalam dunia Jurnalistik, kelengkapan unsur 5W+1H juga menjadi dasar ilmu jurnalistik. Seorang wartawan harus bisa memberikan tulisan reportase yang mencakup semuanya. Semua penulis artikel berita/liputan harus memahami unsur apa, mengapa, kapan, dimana, siapa, dan bagaimana (5W1H) dengan baik.

4). Tentukan Target Pembaca

Berikutnya, pasukan harus menentukan target pembaca yang ingin dijadikan pilihan dan juga sesuaikan dengan jenis tulisan yang akan dibuat. Contohnya, jika pasukan ingin menulis artikel opini di media massa nasional, maka gunakan gaya bahasa formal dan disertai bukti-bukti yang ilmiah. Berbeda halnya jika Anda ingin menulis artikel lifestyle di website anak muda maka gunakanlah bahasa yang santai serta tidak kaku. Begitu pun dengn naskah buku non fiksi, target pembaca remaja tentunya bahasa yang digunakan lebih santai, daripada target pembaca dewasa atau umum.

Kaitannya dengan menulis naskah buku non fiksi, modal utama pasukan adalah “sering membaca berbagai jenis tulisan non-fiksi” yang berbeda akan menambah perbendaharaan kata serta mengetahui gaya bahasa yang sesuai, namun yang paling disukai oleh pembaca biasanya tulisan non-fiksi yang bahasanya mengalir dan tidak terkesan menggurui.

5). Data yang Akurat (Penelitian)

Jika pasukan mengalami kesulitan atau mengalami batu sandungan ketika menulis buku non fiksi, cobalah melakukan penelitian. Bisa mencari informasi secara online, atau membaca buku non fiksi yang terkait dengan subjek yang pasukan pilih, sehingga akan mendapatkan perspektif lebih luas.

Misalnya, ingin menulis kumpulan arikel esai dan opini dalam proyek buku solo ini, pasukan tetap membutuhkan data akurat yang bisa mendukung pendapat yang pasukan tuliskan. Misalnya mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang maju dibanding negara lain dalam sebuah tulisan opini, maka pasukan harus mencari data-data penting berupa tabel, grafik atau referensi dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika data yang pasukan tulis tidak akurat atau berasal dari media hoax, maka hal ini bisa menyesatkan pembaca. Ingat yess, visi misi Pejuang Literasi dan filosofi di balik panggilan “Ndan”.

Tulisan akan mudah memancing kritik dari banyak orang kalau berani mengkritik tanpa dasar argumen yang kuat. Kerugian lainnya jika menulis sebuah opini dan artikel esai tanpa dasar pengetahuan yang mumpuni adalah tulisan bisa dianggap cacat secara logika dan hanya sebagai bualan kosong. Tentunya hal ini akan merusak citra penulisnya. Oleh sebab itu lakukan dulu pengumpulan data dan materi pendukung yang benar-benar baik dan lengkap sebelum menulis.

Selain penelitian, baik secara langsung maupun dengan membaca literatur, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan bertanya kepada ahli serta membaca ensiklopedi.

Tanyakan kepada ahlinya

Ada kemungkinan seorang ahli bisa memberikan suatu hal yang baru, sehingga pasukan lebih mengetahui topik yang ingin ditulis. Menghormati mereka dengan menjadikannya sebagai seorang narasumber akan menjadikan topik non fiksi pasukan lebih bermutu. Mengabaikan seorang ahli, akan menjadikan pasukan mengalami kesulitan dalam menulis topik yang sudah didesain sedemikian rupa.

Baca ensiklopedia

Mungkin membaca ensikpoledia akan membosankan. Tapi, hal ini merupakan pekerjaan yang harus dilalui, jika buku Non fiksi pasukan memiliki materi-materi yang lebih dari sekadar omongan kosong. Kumpulkan semua informasi yang sudah diperoleh. Seleksi informasi-informasi yang penting untuk mendukung tulisan. Simpanlah apa yang sudah dicari dari ensiklopedia, agar di kemudian hari jika dibutuhkan tidak harus mencari kembali.

Dari lima langkah ini manakah yang sudah pasukan siapkan? Jika semua persiapan sudah matang, bismillah… insya Allah buku non fiksi akan segera berada di genggaman. By the way, masih ada beberapa hal lanjutan dalam mempersiapkan buku non fiksi? Mau tahu?

Tunggu di postingan selanjutnya yaaa… Semangat dan salam literasi!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like