Mencintai Kehidupan

By

Ketika aku hidup,
aku hanya ingin menjadi sebuah potret
yang tak henti-henti memberi arti

“Assalamualaikum Teh! Apa kabar?” sapa kedua adik kelasku, bergegas menghampiriku yang sedang memarkirkan motor di halaman sekolah.
“Wa’alaikum salam, Alhamdulillah baik. Kalian bagaimana kabarnya?” sedikit terharu di sambut hangat oleh mereka. Seolah waktu berputar ke masa lalu, masa dimana dengan bangganya aku memakai seragam putih-abu itu.
“Alhamdulillah kami juga baik Teh!” jawab mereka.
“Teteh sendiri saja? Mana suaminya? Pasti Kang ***** sedang sibuk ya. Eh Teteh sudah berapa anaknya? Kenapa pada ga dibawa?” tanya salah seorang di antara mereka.
“Alhamdulillah sudah tiga, anak-anak sedang tidak fit. Jadi teteh tinggal di rumah dan yang paling besar jadwal bersama abinya” jawabku dengan tenang sembari melangkahkan kaki memasuki ruangan.
Ini kali pertamanya aku mengikuti acara reuni salah satu organisasi di SMA-ku. Biasanya kalau ada undangan reunian atau pun undangan walimahan aku jarang sekali datang. Setelah menikah duniaku berubah total, jarang sekali aku mendapatkan ijin memenuhi undangan dari teman-teman. Kecuali kalau temanku adalah temannya juga. Baru kami pergi bersama sebagai salah satu pasangan.
Tapi kali ini berbeda, aku tak harus minta izin pada siapa pun juga untuk pergi kemana pun aku suka. Hanya sebagai seorang ibu, aku harus mengkondisikan anak-anakku terlebih dahulu. Apa mereka bisa aku bawa ikut serta atau dititipkan pada ibuku dan pengasuh di rumah. Mamah selalu mengizinkan kemana pun aku pergi, asal tujuannya jelas dan bermanfaat untukku. Terkadang ia hanya melarangku membawa anak-anak, khawatir mereka masuk angin atau demam setelah dibawa pergi uminya.
Aku duduk bersama teteh-teteh yang satu tahun lebih tua dariku. Lewat merekalah Allah SWT memberikan titik-titik cahaya dan mengumpulkannya bersama-sama untuk menjadi penerang diri dan jiwa. Hari ini ketika mendengar salam perkenalan dari satu persatu undangan alumni Remaja Mesjid sekolahku, ada rasa bangga dan malu pada adik-adik yang begitu hebat prestasi akademik, pekerjaannya serta semua pencapaian-pencapaian mereka di kehidupan. Setelah mereka kini giliran angkatanku memperkenalkan diri, walau tak sehebat mereka aku melangkahkan kaki ke atas podium. Aku yakin bahwa Allah SWT telah memberikan kepada masing-masing hambanya legenda hidup terbaik untukku dan juga mereka.
Bersambung…

#OneDayOnePost
#EventOnline
#MiladzPL
#PejuangLiterasi

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like