Sekolah (Baru) Abang

By

Apakah akhirnya Abang (78 bulan) benar-benar mau sekolah (formal)?

Ya, setelah sekian lama kami sudah bersepakat bahwa Abang akan belajar bersama Bunda saja. Akhirnya, di ujung liburan kami memutuskan untuk sekolah (betulan).

Selama liburan, Bunda sudah survey beberapa kegiatan penunjang homeschooling Abang, mulai dari sekolah hafalan, panahan, berenang, robotic hingga membuat komik. Sudah bertanya pada setiap penanggung jawab kegiatan, bahkan sudah ada yang kami coba kelasnya.

Mengapa akhirnya berubah pikiran?
Sebenarnya, dari awal Bunda sudah jatuh cinta pada satu sekolah yang konsepnya ‘unik’, lain daripada yang lain. Hanya saja, terbentur masalah biaya.

Namun, setelah pertimbangan panjang dan banyak hal baru yang akan kami hadapi di awal tahun ajaran ini. Mungkin pilihan untuk Abang bersekolah adalah hal paling baik yang bisa kami ambil.

Jadi, Abang sekolah di mana nih?

Sst…bolehkah kami berbagi kisah kami dulu saat ikut trial class di (calon) sekolah Abang?

Trial class dilakukan selama 3 hari, Senin sampai Rabu. Hari Senin didampingi oleh Bunda, dan karena Bunda harus bekerja di hari Selasa dan Rabu, Abang didampingi oleh Ayah.

Hari pertama, kami para orang tua diminta berkumpul untuk mendengar visi misi sekolah, sedangkan anak-anak berkegiatan sendiri. Ternyata Abang melakukan kunjungan ke mini zoo yang ada di sekolah ini.

Pendapat Abang? He loves it. Bahkan saat kami berkunjung beberapa hari lalu untuk memantapkan hati kami, Abang langsung berlari ke mini zoo (lagi).

Selain itu, hari ini adalah market day. Abang melihat sendiri anak-anak yang sebaya dengannya berjualan dan bertransaksi. I know he loves it. Abang sudah ingin berjualan hasil karyanya sendiri, tetapi sayangnya Bunda belum bisa memfasilitasi.

Hari kedua, berenang. Abang jelas maniak air. Abang sudah ikut les berenang sebelumnya, kegiatan ini pasti menjadi salah satu kegiatan kesukaannya. Dan benar saja, walau airnya dingin, ia bilang ia suka sekali.

Hari ketiga, trekking menuju taman. Abang bisa menunjukkan kemana ia trekking ketika kami melewati jalan yang sama. Lalu, oleh-oleh yang ia simpan di dalam tasnya selama perjalanan sungguh di luar dugaan. Abang membawa satu sandal jepit, botol dan kayu. Temuan istimewa.

Melalui 3 hari trial-nya, Bunda yakin pilihan kami tidak salah. Sekolah ini cocok untuk Abang. Mungkin bukan yang terbaik menurut kebanyakan, tetapi paling baik untuk kami.

Sampai saat tulisan ini dibuat, kami belum menyelesaikan urusan administrasi, bahkan belum mengumpulkan berkas persyaratan pendaftaran. Semoga masih rezeki ya, insyaaAllah kami akan datang segera ke sekolahnya.

Oh ya, nama sekolah yang kami pilih adalah Hayat School.

1 Comment
  1. AlisaG 1 year ago
    Reply

    Wah…si abang di rumah udh mau naik kelas 4 minta HS juga tapi bundanya merasa belum siapp…hiks…jadi curhat ndan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like