Semoga

By

“Semoga istiqamah, ya, Re. Dan, sampai jumpa. Weekend ini aku berangkat ke Kyoto untuk student exchange. Moga someday kita bisa ketemu lagi.”

Kata-kata cowok berbadan atletis di siang tadi masih terngiang-ngiang di kepala Renata. Fakultas Fawaz memang mengadakan program pertukaran mahasiswa selama dua semester atau lebih dengan kampus-kampus di Jepang. Sungguh beruntung, batinnya. Cowok berkulit bersih yang sehari-hari selalu berpenampilan kasual, kini akan menjalani masa kuliah di negara yang menjadi impian Renata.

Sedikit iri ataukah malah sedih, entah apa yang dirasakan gadis yang baru seminggu ini mengenakan hijab itu. Setahun terakhir hubungannya dengan Fawaz lumayan dekat. Mereka masuk dalam organisasi BEM kampus, di departemen yang sama. Adanya kepanitiaan berbagai program dan kegiatanlah yang membuat mereka lebih saling mengenal. Hanya sebatas teman, tidak lebih.

Kamis ini adalah hari ke-empat belas Renata berhijab. Fawaz mengajak bertemu di taman kampus dekat fakultas Renata. Gadis manis itu sebenarnya enggan, di samping menghindari berdua-duaan, dia juga malu bila nanti ketahuan teman-temannya. Namun Fawaz mendesaknya dan berjanji tak sampai sepuluh menit. Ada sesuatu hal penting yang harus dikatakannya sebelum dia pergi. Semakin heranlah Renata saat membaca pesan What’s App Fawaz kemarin lusa.

Renata mantap memutuskan untuk hijrah berhijab, bukan demi siapa-siapa. Semata hanya demi ketaatan kepada Allah Sang Maha Pencipta. Proses hijrahnya sempat mendapatkan halangan dari mama. Wanita ayu yang telah melahirkannya itu khawatir keinginan Renata hanya ikut-ikutan teman atau sekedar tren saja. Dan mama tidak ingin anak gadis semata wayangnya memakai hijab ‘buka-tutup’. Kadang auratnya terbuka, besoknya ditutup, lusa dibuka lagi.

Setahun terakhir, berbagai kajian dan majelis taklim di masjid kampus secara rutin Renata datangi demi memuaskan dahaga akan ilmu-ilmu agama yang sangat minim dimilikinya. Bergaul pula dengan sahabat-sahabat muslimah membuat hatinya begitu damai. Bacaan Al-Qur’an Renata pun semakin lancar dan indah. Maka, ketika 1 Muharram tahun Hijriah ini, gadis manis berkacamata itu mantap berhijrah. Dia pun telah berkomitmen untuk tidak menduakan cintanya pada Sang Khalik.

Dia tidak ingin pacaran. Dia ingin lebih fokus belajar dan membahagiakan mama dengan membawakannya gelar sarjana. Namun, jauh di hati kecilnya, dia tidak dapat berbohong. Sosok Fawaz telah begitu menawan. Bukan dari fisiknya saja – meski Renata tak pernah mendengar bila Fawaz ikut kajian di fakultasnya – tetapi cowok itu selalu sholat lima waktu di awal waktu. Dia sudah pernah melihatnya beberapa kali saat rapat kegiatan BEM, begitu terdengar kumandang azan dari masjid kampus, Fawaz segera saja izin pergi sebentar. Dia adalah laki-laki yang berkomitmen tinggi, visioner dan optimis. Itu yang Renata kagumi dari interaksi mereka selama ini.

Bingkisan yang dibalut kertas kado bermotif bunga-bunga berwarna kuning lembut, perlahan dibuka Renata. Hadiah dari Fawaz siang tadi. Renata sudah menolaknya, tapi cowok yang memakai polo shirt warna blue sky dipadu dengan celana tactical warna khaki plus sneakers putih kesayangannya itu, melontarkan sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, yang bunyinya;

“Barang siapa diberi saudaranya kebaikan dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak dia minta, maka hendaknya diterimanya dan janganlah menolaknya. Sesungguhnya yang demikian itu rezeki yang diberikan Allah kepadanya.”

“Ini sebagai hadiah atas hijrahnya kamu. Jangan ditolak, dong,” sambung Fawaz.

Hati Renata berdesir melihat isi bingkisan itu; sebuah hijab. Berwarna peach dengan motif cupcake warna-warni pastel. Lucu. Cantik. Dikenakan hijab itu pada kepalanya lalu berdiri di depan cermin sambil senyum-senyum sendiri. Kemudian dia memejamkan mata dan berdo’a;

“Ya Rabb, lindungi Fawaz di mana pun dia berada. Lancarkanlah studinya di sana. Mudahkanlah dia dalam meraih impiannya. Bila Engkau ridha, semoga suatu hari nanti Engkau dapat pertemukan kami kembali. Dalam keadaan kami yang lebih taat kepada-Mu, dalam kehidupan kami yang lebih dewasa.”

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like