Senjata Makan Tuan

By

“Ibuuuuuuuuuk! Sandale Ibuk ilang. Tak buang.” Teriakan Iki di teras rumah menyampaikan pesan untukku yang sedang memotong sayuran di dapur.

Ku dengar lari-lari kecilnya menghampiriku dan kemudian sekali lagi mengatakan hal yang sama dengan apa yang diteriakkannya tadi.

Aku tertawa sambil mengucapkan maaf. “Hehehehe…iya Ibuk minta maaf tidak menaruh sandal di tempatnya”.

Iki bersungut pura-pura marah. “Aku ndak mau ngambil sandalnya lho!” Katanya lagi.
“Iya, nanti ibuk yang ambil. Kan ibu yang salah”.
Kemudian kami melanjutkan pagi itu dengan sarapan bersama.

Iki termasuk orang yang sering tergesa-gesa dalam kesehariannya. Alhasil dia sering ceroboh dalam memperlakukan barang, termasuk tidak meletakkan barang kembali pada tempatnya. Songkok menduduki peringkat pertama dari barang yang paling sering dibeli karena hilang. Seringnya dibawa ke masjid namun pulang tak lagi bertengger di kepala. Sedangkan sarung menjadi barang yang paling sering menimbulkan kehebohan saat Iki hendak berangkat ke masjid. Hampir selalu, saat berangkat ke masjid Iki ribut mencari sarung yang lupa dia letakkan dimana. Dan sandal adalah barang yang paling sering menimbulkan perseturuanku dangan Iki karena aku tak suka melihat sandal itu berserak tidak menyedapkan mata memandangnya.

Membuatnya lebih tenang sehingga mengingat untuk mengembalikan barang pada tempatnya adalah PR besarku. Berbagai cara kucoba. Setelah selalu memberinya contoh, mengingatkannya dan sebagainya dan sebagainya belum menampakkan keberhasilan nyata, maka cara yang terbaru adalah membuat perjanjian dengan Iki. Perjanjiannya, jika Iki tidak menaruh sandal di tempatnya setelah dipakai, maka aku berhak membuang sandal tersebut. Hasilnya cukup baik setelah beberapa kali aku mempunyai kesenangan baru, melempar sandal Iki jauh-jauh dari teras rumah😆. Sekarang Iki lebih tertib hingga terjadilah peristiwa di pagi hari tadi. Aku yang lupa menaruh sandalku kembali ke tempatnya dan Iki ganti membuangnya😂

Ibu kui guru. Di gugu lan di tiru tindak lakumu😊
When you are mother, you are never really alone in your thoughts. You are connected to your child and to all those who touch your lives.” (Sophia Loren)
Jadi pingin nyanyi😎
🎼ooh….think twice….🎤

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like