Show Don’t Tell

Setelah belajar lima tips jitu untuk membuat paragraf pertama yang menarik, kini Ndan Mimin mau berbagi tentang teknik showing dan telling. Apaan tuh? Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa … Continue reading Show Don’t Tell
By

Setelah belajar lima tips jitu untuk membuat paragraf pertama yang menarik, kini Ndan Mimin mau berbagi tentang teknik showing dan telling. Apaan tuh?

Telling berarti kita hanya memaparkan, pembaca hanya membaca. Tidak ada interaksi antara pembaca dengan tulisan kita. Tidak ada ikatan. Sehingga, pada akhirnya tidak ada kemistri terjalin dan pembaca tidak dapat masuk/meresapi apa yang mereka baca. Akibatnya, bisa saja pembaca merasa bosan, tidak tertarik, bahkan tidak ingin melanjutkan membaca.

Contoh narasi telling:

Pukul 08.00 aku terbangun. Kubuka jendela. Lalu, aku menuju ke dapur karena perutku terasa lapar.

Sebaliknya,  showing berarti kita melibatkan pembaca. Kita menunjukkan dengan cara yang luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Dengan begitu, akan terjalin ikatan dan pembaca pun dapat meresapi apa yang mereka baca. Teknik ini bagus untuk membuat agar pembaca terus melanjutkan membaca.

Contoh narasi showing:

Sinar matahari yang menyilaukan menerobos jendela dan membangunkanku pagi ini. Dengan malas aku merangkak turun dari ranjang dan membuka jendela. Di luar sana, burung-burung ramai berkicau. Terdengar bunyi keriuk pelan dari perutku. Oh, aku baru ingat belum makan sejak kemarin.

Gimana Ndan sudah ada bayangan untuk membuat paragraf dengan teknik showing? Teknik ini biasa digunakan dalam penulisan fiksi dan kisah inpirasi untuk memberikan kesan yang kuat dan mendalam. Tujuannya tentu saja agar pembaca ikut merasakan apa yang dialami oleh tokoh cerita.

Masih bingung? It’s okay… karena bingung tanda berpikir. Perbanyak latihan, teruslah menulis agar kemampuan para komandan meningkat. Selamat belajar dan salam literasi!

Sumber dari tulisan Mega Yohana

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like