Sulthan mau sekolah

By

“Bu, sulthan mah tasnya mau yang gambar tobot” Teriak sulthan. Matanya melotot sambil menunjuk ke arah tas yang digantung di pajangan kayu sebuah jongko di pasar monumen.

Tahun ini sulthan akan masuk sekolah. Usianya masih 4 tahun 8 bulan. Tadinya saya berpikir untuk menyekolahkan sulthan tahun depan. Tapi dia udah “ngebet” pengen sekolah, karena melihat teman-teman sebayanya yang udah bersekolah.

Saya pilih TK DUTA FIRDAUS yang letaknya gak jauh dari rumah. Selain alasan itu, sekolah ini mempunyai program Tahfidz Preuneur yang saya rasa cocok dengan kepribadian sulthan.

Selama ini sulthan mudah menghafal Al-quran, terutama surat-surat pendek. Dia juga senang dan suka ikut “nimbrung” kalo ibunya lagi jualan.

Di sekolah ini gak ada banyak mainan. Hanya ada sebuah perosotan yang bisa digunakan saat anak-anak istirahat atau waktu pulang.

Dari awal, Sulthan gak pernah protes, dan mau aja sekolah disini. Dia memang kurang tertarik dengan mainan seperti ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan mainan lainnya yang biasa ada di sekolah-sekolah TK.

Sulthan lebih suka dan bisa main berjam-jam kalo dikasih mainan lego, puzzle, mobil-mobilan dan main peran jual-jualan.

Makanya setelah mendengar penjelasan dari calon gurunya, kalo di sekolah ini ada program Tahfidz Preuneur, saya langsung “booking” kursi dulu. Karena waktu itu sedang persiapan melahirkan, jadi gak sempat datang langsung untuk daftar.

Untuk urusan daftar sekolah anak-anak, memang biasanya saya yang pilihkan. Dengan mempertimbangkan banyak hal tentunya. Diantaranya program sekolah tersebut, jarak yang harus ditempuh, kompetensi guru-gurunya, lulusan sekolah tersebut dan masih banyak hal kecil lainnya yang jadi pertimbangan.

Walaupun keputusan akhir berada di saya. Tapi anak-anak ikut dilibatkan untuk memilih sekolah mana yang akan mereka masuki. Hal ini agar anak-anak bisa ikut berpikir dan belajar mengambil sebuah keputusan.

Alhamdulillah, selama ini pilihan saya selalu sama dengan pilihan anak-anak. Jadi gak pernah ada masalah dalam hal ini. Paling masalahnya dari segi biaya…(ups…curhat, hehe). Tau sendiri kan biaya sekolah jaman now…? Mihiiiil maak.

Semoga Allah memberi kami kecukupan rizki agar dapat memberi pendidikan yang terbaik buat anak-anak. Aamiin yaa Robbal ‘alamin.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like