Tentang Kami

Tak kenal, maka ta’aruf. Begitulah kata beberapa orang bijak. Maka, sebelum membaca untaian kisah dari Pasukan Pejuang Literasi, boleh yuk kenalan dulu dengan komunitas yang mewadahi para komandan berkiprah di dunia literasi!

Pejuang Literasi berdiri tanggal 10 Oktober 2017. Buah pemikiran serta kekompakan visi serta misi dari tiga emakers, Hessa Kartika, Yuan Yusiyana serta Linalifian a.k.a Herlina. Ketiganya bertemu dalam ruang online dan terlibat sebuah project antologi yang membingkai kisah ketiganya sebagai singlemom.

Awal perjumpaan, perkenalan yang dramatis bak skenario di drama Korea, ketiganya pun menjalin persahabatan. Obrolan mulai dari curhat tentang anak hingga bagaimana impian di masa depan menautkan hati ketiganya dan membulatkan tekad untuk membangun sebuah komunitas yang fokus di Bidang literasi.

Pejuang Literasi, nama ini akhirnya menjadi pilihan ketiganya. Filosofi yang mendalam dalam nama ini menjadi dasar kesepakatan. Kata pejuang menjadi pilihan, lantaran ketiganya memahami serta meyakini betul, bahwa hidup sesungguhnya adalah sebuah anugerah yang disertai perjuangan. Berjuang melawan hawa nafsu, berjuang untuk tetap istiqomah menjaga fitrah yang Allah berikan, istiqomah dalam menjalankan perintah-Nya. Literasi memiliki definisi seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi sendiri, jika dikaji lebih rinci dalam kitab suci Alquran, disebut beberapa kali. Sehingga ketiga founder Pejuang Literasi makin mantap, bahwa literasi bukan bicara tentang hobi maupun bakat dalam kaitan lingkup aktivitas membaca maupun menulis, akan tetapi mensyiarkan dan mengingatkan kembali perintah Allah tentang ibadah tersebut. Dengan demikian, Pejuang Literasi adalah sebuah wadah untuk berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki semangat juang, visi serta misi akherat. Bukan hanya duniawi semata.

Dalam komunitas Pejuang Literasi ini pun, disepakati, bahwa panggilan antar anggotanya berbeda dengan komunitas lainnya. Semua orang yang masuk dalam kesatuan visi misi di komunitas Pejuang Literasi dinamakan Pasukan. Antar pasukan, satu sama lain, akan saling memanggil dengan sebutan “Ndan”, berasal dari kata Komandan. Berapa pun usia mereka, apapun latar belakangnya dan apapun jenis kelaminnya, semua dipanggil  dengan sebutan Ndan.

Kenapa Ndan? Ini juga ada filosofi kuat di dalamnya. Ndan atau komandan ini adalah panggilan untuk seorang pemimpin. Sekali lagi, komunitas Pejuang Literasi ingin menjadi wasilah untuk lebih dekat kepada Sang Pemilik Buku Kehidupan. Sehingga panggilan Ndan ini akan mengingatkan kepada hakekat manusia dilahirkan. Fitrahnya menjadi khalifah, pemimpin, bukan hanya memimpin oranglain, namun lebih pada mengingatkan diri sendiri. Bahwa segala sesuatu yang menempel pada diri ini adalah titipan dari Allah yang harus dipimpin pemanfaatannya untuk kegiatan apa saja selama hidup di dunia.

Terutama penulis, tangan untuk menggerakkan pena, otak sebagai pusat peramu ide, serta mata, telinga dan semua indera serta anggota tubuh lainnya adalah segala sesuatu yang harus dipimpin sesuai tuntunan Allah. Karena kelak, di akherat, semua akan dimintai pertanggungjawabannya kepada kita, sang pemimpin. Jadi, panggilan Ndan dalam komunitas Pejuang Literasi, bukanlah semata-mata aksesoris, melainkan sebagai reminder terhadap diri sendiri, sehingga selalu menjadi insan yang bertanggungjawab. Menulis hanya hal-hal yang mengandung kebaikan serta kebenaran. Menulis hanya untuk tujuan-tujuan kebermanfaatan. Menulis untuk ibadah. Menulis sebagai jalan untuk lebih dekat kepada Sang Mahakuasa.

Dalam perjalanannya, Pasukan Pejuang Literasi yang sudah satu frekuensi dalam visi dan misi pun menjadi lebih kokoh menggeliatkan literasi ke semua lini. Barakallah.

 

Pejuang Literasi.

Bertumbuh, Berkarya, Berbagi.

  • Facebook: Markas Pejuang Literasi
  • Instagram: @markaspejuangliterasi
  • Twitter: @markasPL
  • Youtube Channel: Markas Pejuang Literasi
  • Email: pejuangliterasi.project@gmail.com

 

-Hessa Kartika- Founder Pejuang Literasi